Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Seberapa Cepatkah "Password" Anda Bisa Dibobol?


Tindak peretasan yang menimpa jutaan pengguna LinkedIn dan eHarmony.com membuat banyak orang sadar pentingnya membuat password yang sukar ditebak.


Cara paling mudah untuk meningkatkan password ini adalah dengan menambah jumlah huruf dan angka serta memasukkan simbol khusus atau karakter non-huruf, misalnya @,%,^,&, atau *, terutama yang jarang dipakai. 

Semakin panjang password dan semakin banyak jenis karakternya, para peretas yang berniat tidak baik akan semakin kesulitan membobol akun online seseorang.

Ini karena alfabet latin hanya memiliki 26 karakter, sementara sebuah keyboard standar memiliki 95 huruf dan simbol yang bisa dimanfaatkan untuk membuat kombinasi yang sulit.

Seberapa sulitkah menebak password yang mengandung karakter khusus?
Berikut adalah jumlah kemungkinan kombinasi dari password sepanjang enam dan sepuluh karakter (termasuk huruf dan angka, tidak termasuk huruf besar dan kecil), diteruskan dengan password enam dan sepuluh karakter yang ditambahi satu simbol khusus.

Angka-angka di bawah diperoleh dari Interactive Brute Force Password Search Space Calculator, seperti dikutip  dari PC World:

Password 6 karakter tanpa simbol khusus: 2,25 miliar kemungkinan kombinasi
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara online dengan aplikasi web yang mampu membuat seribu tebakan per detik: 3,7 minggu.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara offline dengan komputer server atau desktop  berkinerja tinggi yang mampu membuat seratus miliar tebakan per detik: 0,0224 detik.

Password 10 karakter tanpa simbol khusus: 3,76 kuadriliun (3,76 juta miliar) kemungkinan kombinasi
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara online dengan aplikasi web yang mampu membuat seribu tebakan per detik: 3,7 minggu.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara offline dengan komputer server atau desktop  berkinerja tinggi yang mampu membuat seratus miliar tebakan per detik: 10,45 jam.
Tambahan satu simbol saja akan menambah jumlah-jumlah kemungkinan di atas berkali-kali lipat:

Password 6 karakter dengan simbol khusus: 7,6 triliun kemungkinan kombinasi
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara online dengan aplikasi web yang mampu membuat  seribu tebakan per detik: 2,4 abad/240 tahun.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara offline dengan komputer server atau desktop  berkinerja tinggi yang mampu membuat seratus miliar tebakan per detik: 1,26 menit.

Password 10 karakter dengan simbol khusus: 171,3 xextillion (171.269.557.687.901.638.419) kemungkinan kombinasi
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara online dengan aplikasi web yang mampu membuat seribu tebakan per detik: 54,46 juta abad/5 miliar 446 juta tahun.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk meretas password secara offline dengan komputer server atau desktop  berkinerja tinggi yang mampu membuat seratus miliar tebakan per detik: 54,46 tahun.

Di samping menambah jumlah kemungkinan kombinasi, penggunaan simbol khusus dalam password berguna untuk menghindari "dictionary attack", yaitu yang menggunakan kata-kata yang diambil langsung dari kamus. Untuk keamanan maksimal, password setidaknya harus terdiri dari 10 kombinasi huruf dan angka, serta satu atau lebih simbol khusus.

http://tekno.kompas.com
readmore »»  

25 Password Terkonyol yang Pastinya Tidak Aman

Jakarta - Banyak password bertebaran di luar sana yang telah dibuat pengguna. Hanya saja kadang password yang dibuat terbilang sederhana, bahkan bisa dibilang konyol, jadi jangan ditanya pula soal keamanannya. Seperti 25 pilihan password ini.

Memilih suatu password tentu tidak bisa asal-asalan. Sebab ini merupakan titik kritikal sebuah akun agar tidak dibobol orang yang tidak bertanggung jawab.

Password yang dianggap tidak aman ini sebagian besarnya terbilang sangat sederhana untuk sebuah informasi sensitif, sehingga pada akhirnya jadi mudah ditebak.

Contohnya seperti password '123456', ini merupakan pilihan standar yang kadang langsung muncul di kepala ketika membuat suatu akun. Tujuannya memang agar biar gampang diingat, hanya saja ini merupakan blunder.

Password memang harus setiap saat mudah diingat. Namun pemilihannya juga tidak bisa sembarangan, seperti gampang ditebak semua orang.

Termasuk di antaranya menggunakan nama kekasih, anak, hewan peliharaan atau tanggal lahir. Itu bukan suatu pilihan yang bagus untuk sebuah 'kata kunci' akun yang berisi privasi.

Berikut 25 password yang bisa dibilang buruk, menurut konsultan keamanan TI Mark Burnett yang dikutip detikINET dari Zdnet, Senin (11/6/2012):

  • password
  • 123456
  • 12345678
  • 1234
  • qwerty
  • 12345
  • dragon
  • pussy
  • baseball
  • football
  • letmein
  • monkey
  • 696969
  • abc123
  • mustang
  • michael
  • shadow
  • master
  • jennifer
  • 111111
  • 2000
  • jordan
  • superman
  • harley
  • 1234567
http://inet.detik.com
readmore »»  

Ilmuwan: Waspada, Malapetaka Mengancam Bumi Sudah di Depan Mata

Hutan digunduli, racun ditebar di laut dan sungai, udara mampat oleh polusi yang menyesakkan dada -- ini yang dilakukan manusia pada "rumahnya" sendiri. 


Kita juga sering lupa, ada mahluk lain yang punya hak yang sama untuk hidup di muka bumi. Perlakuan buruk terhadap hewan, salah satunya. Gajah dan badak dibantai demi gading dan cula, orangutan dan harimau diusir dari habitatnya. Hanya soal waktu sampai mereka punah.

Sekelompok ilmuwan mengingatkan, Bumi sedang mengarah pada malapetaka, jika manusia tidak bertindak untuk menyelamatkannya. Dalam jurnal Nature, para ahli ini mengungkapkan, dunia sedang bergerak menuju titik kritis ditandai dengan kepunahan dan perubahan tak terduga pada skala yang sangat besar, yang tidak terlihat sejak gletser mencair 12.000 tahun lalu.

"Ada peluang besar, di akhir abad ini, Bumi menjadi tempat yang benar-benar berbeda," kata peneliti Anthony Barnosky kepada situs sains LiveScience. Profesor Biologi Integratif dari University of California,

Berkeley, tergabung dengan 17 ilmuwan lain untuk memperingatkan Bumi yang akan datang mungkin tak lagi menyenangkan untuk dihuni. "Bayangkan perubahan itu sebagai sebagai periode penyesuaian cepat, saat kita didorong masuk melalui lubang jsrum," kata dia, membuat analogi. "Ketika masuk ke lubang jarum itulah, saat kita melihat pertikaian politik, perselisihan ekonomi, perang, dan kelaparan."

Manusia lebih mengerikan
Barnosky dan para koleganya menelaah penelitian soal perubahan iklim, ekologi, dan titik kritis Bumi yang mengkhawatirkan. Pada ambang batas tertentu, mereka memberi tekanan lebih pada lingkungan, yang tak mungkin dikembalikan lagi. Sebaliknya, secara tiba-tiba, planet ini merespon dengan cara yang tak terduga, memicu transisi  global besar.

Sebagai contoh adalah salah satu transisi pada di akhir Zaman Es. Tak lebih dari 3.000 tahun, Bumi berubah dari kondisi 30 persennya tertutup es menjadi nyaris bebas es seperti saat ini. Kepunahan dan perubahan ekologi terbesar terjadi hanya dalam 1.600 tahun. Sejak itu hingga kini, keanekaragaman hayati Bumi tak juga pulih.

Saat ini, Barnosky menambahkan, tindakan manusia mendorong perubahan lebih cepat dari apa yang dilakukan alam. Didorong oleh peningkatan karbondioksida di atmosfer hingga 35 persen sejak dimulainya Revolusi Industri, termperatur global naik drastis, lebih cepat dari era es mencair. Tak hanya itu, manusia telah mengubah 43 persen permukaan tanah di Bumi untuk membangun kota dan pertanian. Ini lebih dahsyat dari transisi tanah yang terjadi di akhir zaman es yang 30 persen.

Sementara, populasi manusia membengkak dengan cepat, memberi tekanan yang makin berat pada sumber daya yang ada, yang tak pernah dirasa cukup. "Setiap perubahan yang kita lihat dan sadari dalam beberapa abad sejatinya lebih besar dari apa yang kita anggap sebagai perubahan luar biasa di masa lalu," kata Barnosky.

Harus bertindak
Bagaimana akhirnya nanti, malapetaka apa yang akan mendera bumi, masih belum bisa diprediksi pasti.

Ini yang bisa digunakan sebagai perbandingan: pada transisi akhir zaman es, setengah spesies Bumi, di antaranya mamalia besar semisal mamoth punah. Juga perubahan spesies di tataran lokal sebagai akibat proses penyesuaian diri.

Bedanya dengan sekarang, ekosistem kala itu memberi peluang besar bagi manusia untuk hidup. "Memberi kita daya dukung hidup, untuk bertanam, mencari ikan, juga air bersih untuk minum," kata Barnosky.

Saat ini yang terjadi sebaliknya, kepentingan akan sumber daya bergeser dari satu negara ke negara lain, yang pasti akan diikuti kerusakan alam, juga ketidakstabilan politik. Perang tak mungkin dihadang.

Bagaimana untuk menghentikan laju kerusakan Bumi?

Barnosky mengatakan, ini perlu kerjasama internasional. Atas nama bisnis, manusia diperkirakan akan menggunakan 50 persen luas permukaan tanah di Bumi pada tahun 2050.

Saat itu, populasi orang diperkirakan menembus 9 miliar orang. "Jadi kita harus lebih efisien, dalam arti lebih efisien menggunakan energi, fokus lebih besar pada sumber daya terbarukan, dan kebutuhan untuk menyelamatkan spesies dan habitat hari ini untuk generasi mendatang."

Manusia tak hanya hidup saat ini, tegas Barnosky. "Aku ingin dunia 50 sampai 100 tahun mendatang setidaknya sama baiknya dengan sekarang untuk anak dan cucuku. Kupikir semua orang pasti punya cita-cita yang sama," kata dia. "Saat ini kita berada di persimpangan, jika kita memilih tak berbuat apapun, konsekuensinya kita akan menuju titik kritis. Juga masa depan yang buruk bagi keturunan kita." (umi)

• VIVAnews
readmore »»  

Terkuak, Misteri Punahnya Peradaban Harappan

Sejak lama, temuan kebudayaan kuno berusia lebih dari 4.000 tahun di Lembah Indus, wilayah yang kini melingkupi India, Pakistan, Nepal dan Bangladesh -- telah memukau para arkeolog. Namanya peradaban Harappan.

Soal ketenaran, Harappan kalah dengan Mesir dan Mesopotamia, namun ia adalah yang terbesar. Meliputi wilayah seluas 386.000 mil persegi atau 1 juta kilometer persegi sepanjang Sungai Indus, dari Laut Arab hingga Singau Gangga. Pada puncaknya, peradaban ini diperkirakan menyumbang 10 persen populasi dunia.

Peradaban ini berkembang sekitar 5.200 tahun lalu, lalu terpecah belah antara 3.900 hingga 3.000 tahun lalu, saat warganya berpindah ke timur, meninggalkan pusat peradaban yang lambat laun menjadi kota hantu.

"Kita mengenal dekat peradaban Mesir dan Mesopotamia, namun peradaban Indus yang lebih besar dari keduanya benar-benar terlupakan hingga tahun 1920-an," kata peneliti Liviu Giosan, ahli geologi dari Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, seperti dimuat situs sains, LiveScience. "Bahkan hingga kini, banyak hal yang tidak kita ketahui dari mereka."

Hampir seabad lalu, para peneliti mulai menemukan bekas-bekas pemukiman Harappan, di sepanjang Sungai Indus sampai ke anak-anak sungainya. Bahkan hingga di daerah gurun di perbatasan India dan Pakistan. Kota kuno itu terbilang canggih di masanya, memiliki hubungan laut dengan Mesopotamia, juga perdagangan internal, seni dan kerajinan, juga tulisan yang belum terbaca.

"Mereka memiliki kota yang teratur, dengan pipa-pipa yang disusun indah, yang tak ditemukan hingga Kebudayaan Romawi Kuno," kata Giosan. "Masyarakatnya terlihat lebih demokratis daripada Mesopotamia dan Mesir. Buktinya, tak ada bangunan besar nan megah ditemukan, yang ditujukan untuk orang-orang penting semacam raja maupun firaun."

Penyebab kepunahan
Seperti halnya peradaban Mesir dan Mesopotamia, peradaban Harappan, yang beri nama berdasarkan salah satu kota terbesar mereka, juga berada dekat sungai.

Giosan dan para koleganya telah merekonstruksi lanskap dataran dan sungai di mana peradaban yang terlupakan itu berkembang. Temuan mereka menjelaskan nasib misterius dari peradaban ini.

Diduga kuat, ada campur tangan perubahan iklim dalam punahnya peradaban Harappan. "Penelitian kami mengungkap salah satu contoh paling jelas, tentang perubahan iklim yang menyebabkan runtuhnya sebuah peradaban," kata Giosan.

Para peneliti telah menganalisa data satelit lanskap yang dipengeruhi Sungai Indus dan sungai-sungai lainnya. Pada tahun 2003 sampai 2008, para peneliti mengumpulkan sampel sedimen dari perairan Laut Arab ke lembah subur di Punjab, lalu ke utara ke Gurun Thar. Ini untuk mengetahui asal-usul dan usia sedimen, sekaligus mengungkap perkembangan lanskap itu. "Bekerja di gurun dengan temperatur sampai 43 derajat Celcius sangat menantang bagi kami," kata Giosan.

Setelah mengumpulkan data sejarah geologi, "kami bisa menguji kembali apa yang sudah kami ketahui seperti bentuk pemukiman, apa yang ditanam dan kapan orang menanam, dan bagaimana perubahan lahan pertanian dan pemukiman," kata peneliti Dorian Fuller, arkeolog dari  University College London. "Ini membuka pandangan baru tentang proses perpindahan warga ke timur, perubahan dalam masyarakat pertanian, dan kota-kota yang akhirnya mati."

Studi sebelumnya menawarkan kemungkinan, Harappan menerima air dari lelehan gletser Himalaya, melalui sungai suci dalam mitologi Hindu, Sarasvati. Namun, belakangan ilmuwan menemukan, peradaban bergantung pada sungai yang dialiri air hujan. Bukti arkeologi juga mengungkap, sepanjang sungai yang akhirnya kering kerontang di wilayah gurun di sepanjang lembah Hakra, sebelumnya adalah lokasi pemukiman Harappan. 

Suatu ketika di masa lalu, hujan melemah, mematikan pertanian dan menggeser peradaban mengikuti aliran sungai selama 2.000 tahun. Gioson menjelaskan, insolasi -- energi matahari yang diterima Bumi -- dalam siklus bervariasi, bisa mempengaruhi musim hujan. "Dalam 10.000 tahun terakhir di belahan bumi Utara, insolasi tertinggi terjadi pada 7.000 hingga 5.000 tahun lalu. Setelah itu insolasi menurun.

Perpindahan peradaban Harappan menunjukkan, mereka adalah orang-orang tanggung yang mampu menyesuaikan diri. Selaa berabad-abad, orang-orang Harappan berpindah ke lembah Sungai Gangga, di mana musim hujan bisa diandalkan.

Kota pusat peradaban memang runtuh, tetapi komunitas pertanian kecil tetap hidup dan berkembang. Meski seni dan budaya seperti tulisan memudar, namun sistem pertanian bertahan dan terdiversifikasi."

Temuan ini bisa membantu eksplorasi masa depan tentang peradaban Indus. Daat ini, para peneliti sedang menebak di mana pemukiman Harappan yang lebih signifikan, berdasarkan hubungan mereka dengan sungai.

Sementara, meski diduga membuat punah kebudayaan kuno, belum jelas bagaimana akibat dari perubahan iklim modern. Para ilmuwan telah merinci temuan mereka pada 28 Mei 2012 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.(sj)

• VIVAnews
readmore »»  

Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar? Hanya Empat "Suku" Manusia yang Selamat!

Kabar baiknya, itu tak berarti kiamat.
Bumi tidak ajeg, terus berputar pada sumbunya mengelilingi Matahari. Rotasi mengontrol aktivitas manusia, mengikuti gelap dan terang, membagi kehangatan Matahari ke seluruh belahan dunia.

Perputaran Bumi juga menentukan medan magnetik, pola cuaca dan sirkulasi di lautan. Lalu apa yang terjadi jika Bumi berhenti berputar?
"Yang terjadi adalah kekacauan total, semuanya berantakan," kata Louis Bloomfield, fisikawan dari University of Virginia seperti dimuat situs sains Life's Little Mysteries.. Sebagian besar manusia akan tenggelam, mati lemas, tewas terpanggang atau beku.

Kabar baiknya: itu tak berarti kiamat. Sebagian manusia yang kebetulan tinggal di empat bagian kecil Bumi akan selamat, bahkan berevolusi dengan cepat sebagai respon dari perubahan lingkungan yang dramatis.

Hebatnya lagi, Bumi akan berubah bentuk jika berhenti berputar pada sumbunya. Rotasi Bumi membuat bagian tengah planet ini menonjol, sekitar 26 mil di sekitar katulistiwa daripada jarak antar kutub.

Jika berhenti berputar, bagian Bumi yang padat tak lantas berpendar. Yang paling terpengaruh adalah bagian lautan. "Lautan akan bergeser dari katulistiwa ke arah kutub, meninggalkan tulang kering permukaan bumi di dekat khatulistiwa. Sementara  wilayah kutub akan tenggelam," kata Bloomfield.

Demikian pula dengan atmosfer, menebal di wilayah kutub dan menipis di katulistiwa. Hanya mahluk hidup di pertengahan garis lintang mendapatkan tekanan atmosfer yang tepat untuk tetap hidup.

Lebih jauh lagi, nyala matahari abadi akan menyinari sebagian Bumi. Akibatnya, tanaman mati, tanah merekah kekeringan. Sementara, belahan bumi yang lain akan tenggelam dalam kegelapan yang dingin, tanah menyerupai tundra beku. "Saat itu manusia harus bisa pindah ke wilayah transisi," kata Rhett Allain, fisikawan dari University of Southeastern Louisiana.

Gerak manusia akan terbatas pada "pita tipis" di wilayah transisi panas-dingin, di mana Matahari selalu akan muncul tepat di atas atau di bawah cakrawala.

Di sana, temperatur relatif  moderat, namun pola cuaca dan iklim saat Bumi berhenti berputar, bahkan tak bisa ditebak oleh para ilmuwan masa kini.

Dari seluruh wilayah Bumi hanya ada empat bidang tanah kecil yang memiliki tekanan atmosfer tepat juga suhu yang cocok bagi manusia. Dua di belahan Bumi utara dan dua di belahan Selatan.

Akhirnya, hanya ada empat 'suku' manusia yang selamanya dipisahkan oleh kondisi ekstrem di antara mereka. Perbedaan lingkungan antara empat tempat itu akan mempengaruhi evolusi mahluk di sana, sesuai dengan kondisi lingkungannya.

Dan ini kabar buruknya: Bumi sejatinya akan berhenti berotasi. Meski mungkin tak bakal terjadi dalam waktu dekat. Saat Bulan "terkunci" tak berputar lagi, tak ada pasang-surut di Bumi. Lalu, beberapa miliar tahun lagi, giliran kita mengunci Matahari. (ren)

• VIVAnews
readmore »»  

'Curhat' Pemrogram Microsoft Windows Asal Indonesia

Salah satu pemrogram Windows 8 asal Indonesia, Herman Widjaja.
Jakarta - Siapa yang tidak bangga bekerja sebagai pemrogram di salah satu raksasa industri perangkat lunak (software) komputer Amerika Serikat, Microsoft Corporation?

Selain menenteng nama perusahaan berkelas internasional, seorang pemrogram Microsoft bergaji total rata-rata sekitar 110 ribu dolar AS per bulan menurut situs internet Glassdoor.


Kebanggaan itulah yang tampaknya dirasakan Herman Widjaja, warga asli Tebet Jakarta Selatan, yang sekarang bekerja sebagai Manajer Kontrol Kualitas (senior test lead) di produk Windows.

Keahlian utama alumnus jurusan Ilmu Komputer dan Teknik Elektro Monash Univerity Australia itu dalam produksi Windows adalah bidang rekayasa pencetakan (printing) dan grafis.

Herman terlibat pula dalam uji kualitas Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 dan Windows 8, sebelum produk-produk tersebut di-distribusikan ke berbagai pasar dunia.

"Saya dan tim yang terdiri dari lima orang teknisi bertugas mengemas dan mengkonversi data yang ada di monitor komputer sehingga dapat terbaca di printer, baik melalui koneksi universal serial bus (USB) atau PS/2, agar dapat dicetak," kata Herman dalam pertemuan dengan sejumlah media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selama tujuh tahun bekerja dan terlibat dalam berbagai lini Windows, Herman telah mengajukan sembilan hak paten atas karyanya. Dua dari sembilan paten itu telah disetujui pemerintah Amerika dan tiga paten sudah dapat dipublikasikan.

"Ketika melihat software yang telah dibuat lalu dipakai banyak orang di seluruh dunia, saya bangga. Namun, kebanggaan yang lain adalah membawa nama Indonesia dalam peta industri komputer di Amerika," kata pria yang telah bergabung di Microsoft sejak Februari 2005 itu.

Keuntungan bekerja sebagai teknisi di perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen itu, menurut Herman, adalah jam kerja yang cukup lentur.

"Namun, terkadang kami harus saling bertemu untuk mengolaborasikan pekerjaan. Kalau di tim yang saya pimpin, jam kerja mulai pukul 10.00 hingga 15.00 sehingga ada waktu di mana semua orang dapat bertemu secara langsung," kata pria yang mengawali karir di industri perdagangan elektronik (e-commerce) itu.

Perusahaan yang masuk dalam daftar indeks 100 saham pilihan bursa NASDAQ itu memegang prinsip work life balance (keseimbangan waktu kerja) bagi para karyawannya.

"Kami sering memproyeksikan pekerjaan yang akan dilakukan selama tiga bulan depan melalui perencanaan," kata Herman.

Bapak dari dua orang puteri itu mengatakan para pekerja di perusahaan yang bermarkas di Redmond negara bagian Washington itu tidak mempermasalahkan negara asal seseorang.

"Bahasa bukan kendala bagi tim kami selama kinerja yang ditunjukkan berkualitas," katanya.

Pemrogram asal Indonesia
Dalam pengamatan Herman di Redmond, terdapat lebih dari 75 warga Indonesia yang bekerja di Microsoft, selain dirinya.

"Orang Indonesia yang sempat saya temui itu 75 orang. Umur mereka bervariasi antara 20 hingga 40 tahunan," kata karyawan yang tinggal di daerah Sammamish, Washington, itu.

"Hampir 80 persen dari jumlah itu adalah para pemrogram dan bekerja di kelompok produk seperti Microsoft Windows, Microsoft Office, Microsoft Exchange, dan Bing, sedangkan sisanya bekerja di bagian keuangan atau akuntan," katanya.

Herman menceritakan karyawan-karyawan Microsoft asal Indonesia seringkali berkumpul sebulan sekali untuk makan siang bersama ketika dia memulai karir di Redmond. Tapi, jumlah mereka kian menyusut lantaran sebagian besar pindah kerja.

Bersama rekan pemrogram asal Bandung, Herman berusaha mengumpulkan kembali orang-orang Indonesia di perusahaan yang dipimpin Steve Ballmer itu melalui forum surat elektronik.

"Sekarang, kami dapat mengumpulkan 15-20 orang untuk makan bersama sebulan sekali," katanya.

Dalam pertemuan-pertemuan makan siang itu, mereka mendiskusikan pula keinginan untuk berkontribusi bagi tanah air.

"Kami sebagai pemrogram ingin membagi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di Amerika. Tujuan kami adalah ingin menempatkan lebih banyak orang Indonesia dalam peta teknologi infomatika (IT) dan mendorong generasi muda Indonesia agar dapat berkompetisi dengan negara lain," kata manajer tim grafis itu.

Tentunya, ada sejumlah keterbatasan bagi Herman dan para pemrogram Microsoft lain untuk berbagi infomasi secara luas terkait aturan-aturan perusahaan.

"Kami akan melihat apa yang dapat dilakukan karena saya percaya dari 75 orang itu pasti ada yang suka menulis di blog. Saya sendiri mulai aktif di Facebook untuk berbagi hal-hal baru tentang produk Microsoft," katanya.

Potensi IT Indonesia
Herman menilai dalam hal ide dan kemampuan teknis pemrogram dari Indonesia tidak kalah dengan para pemrogram perangkat lunak dari negara lain.

Hanya saja, pemrogram Indonesia cenderung merasa kurang percaya diri karena kurang penguasaan bahasa Inggris yang tidak lancar.

"Penguasaan bahasa Inggris saya tidak begitu bagus, tapi itu tidak menjadi halangan untuk berkomunikasi," katanya.

Herman mengatakan sejumlah pekerja IT dari Indonesia di Amerika berharap dapat kembali ke tanah air. Mereka percaya industri IT Indonesia layaknya 'ladang hijau'.

Pengembangan perangkat lunak atau aplikasi dan penyediaan infrastruktur berserta layanan jaringan internet merupakan potensi utama yang dimiliki Indonesia menurut alumnus SMA Kanisius itu.

"Kalau di sisi perangkat keras (hardware), Indonesia masih terbatas hanya sebagai pengguna," kata Herman.

Meskipun demikian, ancaman dari penggunaan perangkat lunak ilegal (bajakan) masih berpotensi menghambat pengembangan industri informatika di Indonesia.

"Sebenarnya ada banyak insentif yang diperoleh pengguna jika memakai produk asli. Pengguna software legal akan selalu menerima pembaharuan keamanan untuk memastikan bahwa sistem operasi yang digunakan aman," katanya.

Setelah Herman, tentunya masih banyak curahan hati dari para pemrogram komputasi anak negeri yang bermimpi mengembangkan industri IT di bumi pertiwi.
(I026) 
 
readmore »»  

Apa yang Terjadi Saat Kiamat? Ilmuwan Ungkap Gambarannya!

Jakarta – Tak seorang pun pernah melihat seperti apa kiamat jika terjadi. Namun, menggunakan sisa-sisa planet temuan yang hancur yang mirip Bumi memberi visi kiamat pada penghuni Bumi.
 
Para astrofisikawan University of Warwick menemukan empat bintang putih kerdil yang dikelilingi debu menutupi planet yang hancur. Bintang kerdil putih sendiri merupakan tahap akhir kehidupan bintang seperti matahari ditandai termonuklir dalam bintang yang mulai ‘membakar’.

Menggunakan Hubble Space Telescope untuk melakukan survei terbesar komposisi kimia atmosfer bintang kerdil putih itu, para peneliti menemukan, unsur-unsur yang paling sering terjadi dalam debu di sekitar keempat bintang tersebut adalah oksigen, magnesium, besi dan silicon di mana empat unsur tersebut membentuk sekitar 93% Bumi.

Ini merupakan bukti, bintang kecil dan padat dikelilingi ‘mayat’ dari dunia yang mereka ‘makan’. Setidaknya salah satu bintang dalam proses mengisap inti planetnya yang kaya zat besi, nikel dan belerang di tingkat sekitar satu juta kilo per detik.

Profesor Boris Gnsicke dari Fakultas Fisika University of Warwick yang memimpin penelitian ini mengatakan, proses destruktif yang menyebabkan munculnya cakram debu di sekitar bintang kerdil putih ini memiliki kemungkinan terjadi pula di tata surya kita, Bima Sakti.

“Apa yang kita lihat pada bintang kerdil putih ini merupakan kondisi beberapa ratus tahun cahaya yang menjadi gambaran masa depan Bumi. Saat matahari mencapai akhir hidupnya, bintang ini menjadi raksasa merah begitu bahan bakar nuklir di intinya habis,” paparnya.

Saat hal ini terjadi pada Bima Sakti, miliaran tahun dari sekarang, matahari akan menelan planet terdalam, Merkurius dan Venus. Namun masih belum jelas apakah bumi juga ditelan Matahari di fase raksasa merah namun, bahkan jika Bumi bertahan, permukaan Bumi akan terpanggang.

“Selama transformasi Matahari menjadi kerdil putih, bintang ini akan kehilangan sejumlah besar massanya dan semua planet akan bergerak lebih jauh. Hal ini dapat mengacaukan orbit dan menyebabkan tabrakan antar badan-badan planet seperti saat awal tata surya yang tak stabil,” katanya.

Hal tersebut juga akan memecah seluruh planet, membentuk sejumlah besar asteroid di mana beberapa di antaranya akan memiliki komposisi kimia yang sama dengan inti planet. Di Bima Sakti, Yupiter akan bertahan hingga evolusi akhir Matahari dan asteroid baru kemudian dalam jangka lama akan menyebar ke arah bintang kerdil putih.

Lebih signifikan lagi, bahan-bahan tersebut mengandung proporsi karbon yang sangat rendah yang sangat cocok dengan bumi dan planet-planet berbatu lain yang mengorbit paling dekat dengan Matahari.

Ini pertama kalinya proporsi rendah seperti karbon di atmosfer bintang kerdil putih diukur dan menunjukkan adanya pencemaran oleh kotoran. Bukti jelas ini menunjukkan, bintang-bintang ini pernah memiliki setidaknya satu planet berbatu yang kini telah hancur dan pengamatan harus menentukan fase terakhir kematian dunia ini.

Atmosfer bintang kerdil putih terdiri dari hidrogen dan atau helium sehingga tiap elemen berat yang datang ke atmosfer diseret ke bawah untuk dijadikan inti dan dalam hitungan hari akan menghilang di gravitasi tinggi bintang kerdil ini.

Mengingat ini, para astronom secara harfiah harus mengamati tahap akhir kematian dunia karena bahan-bahan tersebut menghujani bintang dengan tingkat hingga 1 juta kilogram per detik.

Tak hanya ini bukti jelas bahwa bintang-bintang pernah memiliki tubuh planet luar berbatu yang kini telah hancur, pengamatan pada bintang kerdil putih PG0843 516 bisa menceritakan kisah kehancuran dunia ini.

Bintang ini bertahan dari kepemilikan elemen besi, nikel dan belerang dalam debu di atmosfer dalam jumlah banyak. Besi dan nikel ditemukan di inti planet terestrial karena bahan ini tenggelam ke pusat gravitasi planet, dan begitu pula belerang.

Oleh karenanya, peneliti yakin, mengamati bintang kerdil putih berkode PG0843 516 akan mengungkap proses yang memisahkan inti dan mantel Bumi. Tim University of Warwick sendiri telah mensurvei lebih dari 80 bintang kerdil putih di beberapa ratus tahun cahaya dari Matahari menggunakan Cosmic Origin Spectrograph yang ada di Hubble Space Telescope. 

readmore »»  

Indonesia Peringkat Pertama Negara Paling Mungkin Dihantam Asteroid

Ada 9 negara lainnya. Minimal lebar semua asteroid itu sekitar 330 kaki.
Asteroid menjadi ancaman bagi Bumi jika benda langit itu menghantam planet tempat kita tinggal ini. Ada sekitar 47 ribu asteroid yang menjadi ancaman. Kategori ini berdasarkan massanya.

Wide Field Infrared Survey Explorer milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA, DailyMail sudah mengumpulkan 107 sampel asteroid yang diperkirakan berbahaya.
Minimal lebar semua asteroid itu sekitar 330 kaki. Itu adalah sampel dari 47 ribu asteroid yang diperkirakan berbahaya.

Melalui misi NEOWISE, NASA menemukan bahwa asteroid ini mengorbit di jarak sekitar 5 juta mil dari Bumi. Dengan jarak seperti bisa diperkirakan bahwa mereka bisa berbahaya untuk bumi. 

Para peneliti di University of Southampton kemudian memakai  software NEOimpactor untuk mengompilasi data asteroid itu dengan tempat-tempat yang diperkirakan menjadi lokasi tumbukan. Hasilnya, ada negara-negara yang menjadi top 10, salah satunya Indonesia.

Sembilan negara lainnya adalah China, India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brazil, dan Nigeria. (umi)
• VIVAnews
readmore »»  

Perbedaan Kualitas Film CAM - TS - R5 / DVDScr - DVDRip - BRRip

Ketika mendownload sebuah film di internet, seringkali kita menemukan rincian tambahan berupa kualitas dari film tersebut. Baik itu CAM, TS, DVDRip, BRRip, Bluray, dll. Tiap tipe kualitas menentukan gambar dan suara yang berbeda-beda, ada yang bagus, ada juga yang buruk.
Jika anda ingin mengetahui perbedaan dari beberapa kualitas film yang ada lebih lanjut lagi, simak artikel berikut ini.

Di bawah ini beberapa istilah kualitas film yang sering muncul ketika kita akan mendownload sebuah film:

  • Bluray/HD : Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920x1080 atau 1280x720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.
  • m-HD : mini/micro HD, hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran filepun juga lebih kecil dibandingkan HD.
  • BRRip : Ripper dari Bluray. Kualitasnya jauh lebih bagus dari DVDRip namun membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi pula . Jika hardware komputer (VGA dan lain-lain) tidak memadai maka film akan terlihat patah-patah.
  • DVDRip : yaitu merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas gambar dan suaranya baik sekali. DVDRip akan ada jika DVD Originalnya telah ada di pasaran. Bisa mendukung maksimal 720x480 atau 720x576.
  • TC (Telecine) : yaitu metode pengkopian film digital langsung dari pita. Kualitas suara dan gambarnya sudah sangat baik. Namun karena peralatan yang dibutuhkan untuk merekam telecine ini sangat jarang ditemui dan sudah menjadi langka.
  • DVDScr : yaitu merupakan dupiklat dari promo DVD yang akan digunakan sebagai promosi. DVDScr akan ada sebelum DVD originalnya keluar di pasaran. Kualitas gambar dan suaranya hampir setara dengan DVDRip, hanya saja pada gambar video sering terdapat beberapa tulisan penjelasan yang terpampang di layar tentang DVD tersebut yang biasanya sedikit menggangu kita.
  • R5/R6 : untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng), meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut.
  • CAM : kualitas jenis ini merupakan hasil dari rekaman camera digital, langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod sehingga sering terdapat sedikit goncangan. Kualitas video ini sangat jelek.
  • TS (Telesync) : kualitasnya hampir sama dengan jenis CAM. Namun kualitas gambar dan suara TS sedikit lebih baik dari CAM karena TS merupakan CAM yang telah dilabel ulang.
  • Workprint : film yang belum diedit efek visulnya secara keseluruhan. Bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. Kualitas film ini bervariasi dari yang paling baik hingga yang paling buruk.
  • VCD : biasanya digunakan untuk transfer kualitas rendah (CAM / TS / TC / Screener (VHS) / TVrip (analog) untuk membuat ukuran file yang lebih kecil.
  • PPV : Pay Per View, Jadi bayar setiap kali filmnya, semacam TV Kabel, nah ini di RIP jadi kualitasnya hampir VCDRip.
Biasanya urutan keluarnya sebuah film di internet yaitu sebagai berikut, meskipun tidak selalu :

CAM -> TS -> R5 / DVDScr -> DVDRip -> BRRip.

readmore »»  

5 Negara Pembajak Software Terbesar, Indonesia No. 2


Jakarta - Indonesia didapuk Bussines Software Alliance (BSA) sebagai negara dengan presentase pembajakan software mencapai 86%. Tentu saja angka ini terbilang tinggi. Lantas, bagaimana dengan negara lain.

Sebelum mengeluarkan hasil untuk tahun 2011 ini, BSA melakukan riset kepada hampir 15 ribu pengguna komputer di 33 negara di seluruh dunia.

"Dari hasil tersebut angka pembajakan software PC secara global mendekati angka 42%. Dengan potensi kehilangan mencapai USD 63,4 miliar," terang Direktur Senior Anti-Piracy software BSA Asia Pacifik Turan Sawney, di Hotel Ritz Carlton, Selasa (15/5/2012).

Dari 33 negara tersebut, Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara yang paling banyak memakai software ilegal. Dengan tingkat presentase mencapai 86% dan estimasi kerugian mencapai USD 1,467 miliar.

"Walaupun besar, sebetulnya jumlah tersebut turun 1% dari 87 % di tahun 2010 atau naik 1% di tahun 2009. Ini artinya 8 dari 10 software yang dipasang di komputer adalah software illegal," tambahnya.

Sementara posisi pertama atau yang tertinggi diraih Venezuela, dengan tingkat pembajakan mencapai 88% dengan tingkat kerugian mencapai USD 668 juta.

Turan menjelaskan, tingginya pembajakan di suatu negara belum tentu tinggi secara nilai kerugian. Pasalnya, penghitungan juga didasarkan pada pengeluaran untuk pembelian software legal dengan penetrasi PC yang terjual dibagi penjualan softwate ilegal.

Berikut 5 negara dengan tingkat pembajakan tertinggi versi BSA:

1. Venezuela: Tingkat pembajakan 88%, Kerugian USD 668 juta
2. Indonesia: 86%, USD 1,467 miliar
3. China: 77%, USD 8,902 miliar
4. Thailand: 72%, USD 852 juta
5. Argentina: 69%, USD 657 juta.

readmore »»  

15 Teknologi yang Akan Segera Ditinggalkan

Ilustrasi Teknologi Layar Sentuh (inventors.about.com)
Jakarta - Nomor telepon akan segera ditinggalkan oleh konsumen teknologi pada masa mendatang seiring dengan inovasi dan kehadiran produk-produk baru.

"Ketika anak saya tumbuh setinggi rak server komputer, saya terpikir akan semua perangkat elektronika yang tidak lagi dia pakai meskipun pernah sangat berarti bagi ayahnya," tulis Pengamat teknologi dari Amerika Avram Piltch seperti dikutip laptopmag.

Piltch menyebutkan 15 peralatan dan konsep teknologi yang masih dipakai saat ini di Amerika, misalnya nomor telepon, tapi tidak akan dipakai lagi dalam beberapa waktu mendatang.

Kelimabelas teknologi itu yaitu 
(1) kabel internet rumahan seiring dengan perkembangan layanan komunikasi pita lebar (broadband); 
(2) kamera foto dan video akibat merebaknya fitur kamera pada telepon selular pintar (smartphone); 
(3) Jaringan telepon kabel setelah layanan telepon nirkabel meningkat; 
(4) komputer dengan waktu 'booting' lama karena semakin banyak perangkat komputer berakses cepat; dan (5) sistem operasi komputer 'berjendela' selepas Microsoft mengembangkan Windows 8 dengan fitur kotak pengguna antarmuka (user interface) yang dapat ditarik pada layar.

Teknologi lain yaitu 
(6) penyimpanan hard drive yang akan diganti sarana penyimpanan berbasis solid (solid-state storage);
(7) bioskop dan (8) kacamata tiga dimensi seiring dengan merebaknya televisi dengan kualitas layar tinggi (high definition) dan perangkat suara tiga dimensi; 
(9) peralatan penunjuk atau tetikus (mouse) setelah ditemukan layar dengan kemampuan sentuh; 
(10) pengendali jarak jauh (remote control) karena perkembangan kendali dengan gerakan tangan dan suara semakin pesat.

Kelima teknologi  terakhir yang juga akan ditinggalkan antara lain 
(11) nomor telepon yang akan diganti dengan obrolan melalui internet dengan kemampuan video seperti Skype, Google Talk, ataupun Facebook audio; 
(12) waktu utama pada stasiun televisi setelah sejumlah situs televisi menyediakan tayangan via internet (streaming); 
(13) mesin faksimili yang sampai sekarang juga sudah mulai diganti surat elektronik (e-mail); 
 (14) cakram optik (optical disk) yang akan diganti layanan komputasi awan (cloud); dan 
(15) komputer meja (desktop) setelah sejumlah perangkat genggam elektronik seperti tablet dan ponsel pintar berkemampuan setara komputer meja.
readmore »»